Pembahasan
A. Pengertian, Proses, dan Aspek Globalisasi
Globalisasi menujuk adanya proses. Globalisasi adalah proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat dunia untuk mengikuti sistem yang sama. Pada penghujung abad ke-20, umat manusia dihadapkan pada gejala baru, yaitu globalisasi.
Pada era global, hubungan antar manusia tidak terbatas dalam satu wilayah saja, tetapi sudah antarnegara (transnasional). Dengan demikian, orang biasa berkomunikasi dengan orang lain di Negara lain serta berpindah-pindah dengan cepat dari satu negara ke Negara lain. Gambaran kehidupn global adalah sebagai berikut. Seseoorang berada di Jakarta pada pagi hari, siang harinya ia sudah berada di Singapura untuk mengadakan pertemuan, dan sore harinya ia berada di Bali untuk menikmati “ sun set “. Pada saat itu pula ia memberitahukan kepada keluarganya di Jakarta melalui sarana komunikasi. Ia tidak perlu membawa sarana pakaian dan uang banyak, tetapi cukup membawa kartu ATM. Faktor pendorong globalisasi adalah kemajuan transportasi dan teknologi komunikas. Sedangkan saluran globalisasi adalah media massa, pariwisata dan migrasi internasional, serta perdagangan internasional.
Globalisasi disebabkan kemajuan teknologi dalam bidang komunikasi, informasi, serta perkembangan transpose. Berdasarkan dua hal di atas maka semakin miningkatkan hubungan antarmasyarakat dari berbagai Negara dunia. Di samping itu, sebuah peristiwa di wilayah tertentu dipengaruhu dan berpengaruh terhadap masyarakat yang hidup di bagian lain.
Hubungan yang semakin tinggi dan erat antarmanusia dan masyarakat dari berbagai Negara akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kegiatan manusia. Kegiatan tersebut meliputu kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya, dan keamanan. Jadi globalisasi mencakup berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Aspek tersebut adalah sebagai berikut.
a. Aspek Teknologi
Kemunculan berbaai ragam teknologi yang memudahkan manusia dalam emncakup kebutuhan hidup.
b. Aspek Ekonomi
Adanya global yang dirincikan ekonomi pasar bebas. Barang dan jasa dari berbagai Negara akan keluar masuk Negara dan saling mengisi untuk pemenuhan kebutuhan.
c. Aspek Ideologi dan Politik
Munculnya ide keterbukaan, demokrasi, pemerintah yang bersih, nilai hak asasi manusia.
d. Aspek Sosial Budaya
Masuknya nilai dan budayadari satu bangsa ke bangs lain. Perilaku sosial dan budaya sebuah bangsa dipengarhi oleh bangsa lain.
e. Aspek Pertahanan keamanan
Kebutuhan untuk memelihara kebutuhan bersama dari gangguan keamanan yang bersifat ancaman bersama pula. Cintohnya, terorisme dan pembajakan.
B. Ciri globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
· Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
· Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
· Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
· Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
C. Isu-isu global dalam Kehidupan
Akibat arus budaya global, isu-isu international sekarang ini banyak berpengaruh pada aspek politik. Pengaruh itu, melalui isu tentang demokrasi, isu jak asasi manusia, dan transparansi (keterbukaan). Pada aspek sosial budaya muncul isu tentang perlunya sikap pluralisme dan pelestarian lingkungan hidup. Dalam bidang ekonomi muncul pasar global (global market) dan pesaing global, sedangkan di bidang keamanan muncul isu terorisme. Beberapa isu internasional yang sering terdengar adalah sebagai berikut.
1. Isu tentang Demokrasi
Paham demokrasi berdasarkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi di Negara. Demokrasi sebagai sistem politik harus mengikutsertakan rakyat dalam pengambilsn keputusan. Semua Negara ingin disebut sebagai Negara dmokrasi. Negra-negara yang belum berpemerintahan demokrasi atau masih melakukan praktik pemerintahan otoriter banyak di kecam oleh Negara lain. Negara-negara otoriter umumnya terkucilkan dari pergaulan internasional. Contoh Negara Myanmar (Burma).
2. Isu tentang Hak Asasi Manusia
Masalah hak asasi manusia berkaitan erat dengan demokrasi. Sekarang ini dunia sangat memperhatikan penegakan hak asasi manusia. Adanya berbagai perang, pertentangan, dan konflik antar bangsa dikarenakan adanya penindasan terhadap hak asasi manusia dan perilaku sewenag-wenang. Masalah hak asasi manusi merupakn masalah internasional.
3. Isu tentang Transparansi (Keterbukaan)
Transparansi atau keterbukaan terutama ditunjukan pada penyelenggara pemerintahan negara. Pemerintahan ynag tertutup tidak akan lama bertahan lama sebab kemajuan informasi telah mampu menerobos berbagai ketertutupan yang disembunyikan pemerintah. Pemerintahan yang tertutup uga dianggap tidak demokratis karena tidak ada pertanggungjawaban public dan tidak mengikutseertakan rakyat dalam bernegara. Hal ini bertentangan dengan pesan demokrasi.penyelenggaraan negaradiharapkan berlaku terbuk dan transparan terhadap rakyatnya.
4. Isu tentang pelestarian lingkungan hidup
Lingkungan hidup merupakan isu internasional yng ditunjukan terhadap Negara-negara. Sekarang ini, lingkungan hidup yang rusak dapat menjadi ancaman baru bagi umat manusia. Negara-negara yang memiliki kakayaan alam dan hutan dihimbau untuk serius dalam melestarikan lingkungan hidup. Misalnya kbakaran hutan di Kalimantan buakn hanya merugikan Indonesia, tetapi mengganggu Negara-negara tetangga, bahkn mengancam ekosistem dunia. Tindakan prusakan lingkungan juga mendapat kecaman masyarakat internasional.
5. Isu tentang Pluralisme
Dalam masyarakat global, hubungan antarmanusia akan makin intensif dan tidak hanya manusia sebangsa, tetapi manusia berbeda ras, agama, nilai budaya, bahasa, dan adat. Sikap menghargai kebenarekaan dan perbedaan (pluralisme) sangat dibutuhkan. Apabila suatu bangsa memaksa nilai budayanya dan tidak menghargai budaya lain, hubungan global akan rusak.
6. Isu tentang pasar global
Alam era global, barang, jasa, dan produk dari berbagai Negara akan masuk dan saling berkompetisi dengan produk local. Arus keluar masuk barang dan jasa tidak lagi dibatasi. Di wilayah-wilayah regional dibentuk pasar bersama, misalnya di Asia dengan pemberlakuan AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003, di Amerika dengan NAFTA.
D. Dampak Globalisasi
Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, dahulu apabila kita akan menonton siaran sepak bola kita harus ke negara yang mengadakan pertandingan. Tapi sekarang kita tidak perlu kemana-mana, kita cukup melihat di televisi. Ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja. Adanya globalisasi membawa manfaat bagi umat manusia tetapi ada juga dampak buruknya.
1. Dampak Globalisasi di Bidang Sosial dan Budaya
Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD. Dampak positif globalisasi di bidang sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain. Dengan adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi di antaranya adalah informasi yang dapat diperoleh secara mudah, cepat, dan lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan dan wawasan manusia menjadi lebih luas. Akan tetapi dengan adanya arus globalisasi kadang-kadang tidak disertai penyaringan. Semua informasi diterima apa adanya. Hal itu berakibat pada perubahan pola hidup, pola pikir, dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan bangsa Indonesia. Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu memengaruhi pola bertindak dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya membaca di kalangan pelajar, mereka lebih suka melihat televisi yang memperlihatkan tontonan yang mengandung unsur kekerasan yang kemudian mereka tiru.
2. Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
Dampak positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif dan produktif. Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda. Sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan zaman karena sudah terbiasa menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa membuatnya. Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO.
3. Dampak Globalisasi di Bidang Budaya dan Politik
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).
E. Pengaruh Globalisasi terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda.
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme.
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
· Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa
· Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
2. Mudah melakukan komunikasi.
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi ).
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
6. Mudah memenuhi kebutuhan.
· Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring.
2. Perilaku konsumtif.
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit.
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk.
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
F. Sikap Kepedulian terhadap Pengaruh Globalisasi
Globalisai telah memberikan pengeruh besar dalam kehidupan bersama, baik pengaruh positif maupun pengaruh negative. Kita mengharapkan globalisasi memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kehidupan, sedangkan pengaruh negative globalisasi sejauh mungkin kita hindari. Oleh karena itu, semua bangsa harus bersikap selektif terhadap semua pengaruh globalisasi.
1. Sikap Selektif terhadap Pengaruh Global
Dalam menghadapi globalisai ini, bangsa-bangsa di dunia member respons atau tanggapan yag dapat dikategorikan sebagai berikut.
a. Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi karena dinggap sebagai jalan keluar baru untuk perbaikan nasib umat manusia.
b. Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk baru penjajahan (kononialisme) melauli cara-cara baru yang bersifat transmisional di bidang politik, ekonomi, dan budaya.
c. Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat perkembangan teknologi informasi dan transportasi, tetapi tetap kritis tergadap akibat negative globalisasi.
Telah diuraikan sebelumnya bahwa globalisasi disamping member pengaruh positif terhadap kehidupan umat manusia, juga memiliki dampak buruk bagi kehidupan. Contoh dampak positif adalah kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, sedangkan dampak buruknya adalah munculnya sifat konsumerisme karena semua hal serba mudah dan cepat. Oleh karena itu, kita harus bisa dan mampu bersikap selektif dalam arti dapat memilih dan memilah pengaruh global tersebut yang berdampak positif dan negate. Terhadap global yang positif kita terima sebagai upaya kemajuan hidup manusia, sedangka perilaku yang berdampak buruk kita hindari.
Sekarang ini internet sudah ada di tempat-tempat umum, khususnya di lembaga pendidikan. Teknologi informasi ini menyajikan beragam informasi dari berbagai belahan dunia tanpa batas. Informasi yabg isajikan seakan tanpa batas dan tidak ada yang membatasinya. Orang yang membuka internet dapat bebas menjelajahi dunia maya tanpa dapat dicegah.
Globalosasi perlu diwaspadai dan dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana. Salah satu sisi negative dari globalisasi adalah semakin menguatnya nilai-nilai materialisis pada masyarakat Indonesia. Disisi lain nilai-nilai soladiritas sosial, kekeluargaan, kermahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan cirri khas bangsa Indonesia makin pudar. Inilah yang menyebabkan krisis jati diri bangsa.
2. Sikap Peduli terhadap Masalah Internasional
Isu internasional telah pula menjadi masalah internasional. Kasus pelanggaran hak asasi manusia di suatu Negara tidak lagi merupakan masalah nasional Negara yang bersangkutan. Masalah itu sudah menjadi masalah internasional atau masalah bersama umat manusia. Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di Timor Leste, Yugoslavia, Rwanda, merupakan masalah internasional. Kasus kebocoran lading nuklir di Chernobil, Rusia juga menjadi masalh internasional. Hal itu dikarenakan kebocoran tersebut mengakibatkan ancaman terhadap kelestarian lingkungan alam dan kelangsugan hidup manusia.
Negara perlu melibatkan diri terhadap penyelesaian masalah-masalah internasional dan peduli terhadap permasalahan internasional. Kepedulian ini merupakan bukti bahwa suatu bangsa adalah bagian tidak tepisahkan dari bangsa lain dalam pergaulan internasional.
Bentuk-bentuk kepedulian suatu bangsa dapat diwujudkan dengan cara, antara lain sebagai berikut:
a. Pemerintahan memberikan rasa simpati terhadap perjuangan melawan penindasan hak asasi manusia. Misalnya, pemerintah Indonesia memberikan simpati dan dukungan moril terhadap prjuangan rakyat Palestina.
b. Pemerintahan mengutuk atau mengecam tindakan penindasan terhadap bangsa lain. Misalnya, mengecam Amerika Serikat yang telah menyerang Irak tanpa kesepakatan internasional.
c. Pemerintahan mengirimkan tenaga sukarelawan, tenaga medis ke daerah-daerah konflik di luar negeri. Misalnya, pengirim tenaga medis ke Afganistan pacaperang tahun 2002.
d. Pemerintah mengirimkan bantuan makan dan obat-obatan ke daerah yang dilanda kelaparan, kekeringan atau bekas konflik.
e. Pengiriman pasukan perdamaian atau pemeliharan keamanan dalam koordinasi Dewan Keamanan PBB.
f. Pemerintah membentuk forum bersama regional atau internasional untuk memperkuat posisi dalam member resolusi, tekanan, dan tuntutan terhadap sebuah masalah internasional. Misalnya, Indonesia masuk dalam ASEAN dan AFTA.
g. Pemerintahan melakukan langkah kebijakan yang berorientasi pada pemeuhan asas-asas demokrasi, hak asasi manusia, keterbukaan, pelestarian lingkungan hidup, dan pasar global.
3. Akibat yang Terjadi jika Tidak Ada Kepedulian terhadap Masalah Internasional
Sekarang isu internasional telah menjadi persyaratan bagi dunia internasional dalam bekerja sama dan memberi bantuan terhadap suatu Negara. Bagi Negara yag tidak memenuhi persyaratan seperti penegakan hak asasi manusia, Negara terseut akan kesulitan member bantuan. Ketidakpedulian terhadap isu-isu internasional akan makin menambah berat beban Negara itu dalam kelangsungan hidupnya.
Pada era Globalisasi ini, tidak ada Negara yag mampu berdiri sendiri tapa bekerja sama dan berhubungan dengan Negara lain. Amerika Serikat yang dikatakan sebagai Negara besar dan maju pu tetap membutuhkan Negara-negara lain dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dengan demikian, ketidakpedulian suatu Negara terhadap isu internasional justru mempersulit Negara tersebut dalam kenajuan bangsanya.
a. Bidang Ekonomi
Bangsa Indonesia mengalamikesulitan di bidang ekonomi untuk mempertahankan kebijakan ekonomi yang independen dan otonom. Camput tangan pemerintah dalam bidang ekonomi juga makin sulit dilakukan karena lambannya penanganan. Semua itu mengakibatkan kebijakan ekonomi dari pemerintah tidk menarik lagi.
Program yang dilakukan oleh Internasional Monetery Fund (IMF) merupakan conto kasus yang jelas. Calon penerima bntuan IMF harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu perluasan kredit, memotong belanja public, dan penguragan program subsidi untuk kesejahteraan umum. Hal yang demikian itu berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan politik dalam negeri yaitu prinsip demokrasi.
Dalam proses seperti di atas, banyak Negara termasuk Indonesia harus mengadakan peruahan-perubahan kebijkan di bidang ekonomi ataupun politik. Investasi asing yang dulu dipandang sebagai kekuatan ekonommu haru ditinjau ulang. Bahkan ada persaingan untuk menitikberatkan modal asing oleh Negara-negara berkembang.
Apa akibatnya jika Indonesiatidak menyetujui tuntutan-tuntutan yang telah diberikan IMF dan kasus-kasus lainnya? Tututan demikian itu berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan hak asasi manusia. Pilihan apakah yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam keadaan Negara yang mengalami krisis? Apabila Indonesia tidak peduli kepada realita ekonomi internasional, misalnya proteksionisme maka Indonesia makin terpuruk. Di samping itu, adanya ketergantungan dari pihak internasional mengkibatkan Indonesia memperoleh tindakan balasan dari Negara-negara lain tertama Negara yang merasa dirugikan oleh adanya ketergantungan pihak Indonesia semacam itu. Seperti kita ketahui, indonesia telah menjalin hubngan ekonomi dengan Negara-negara tetangga dan Negara-negara lainnya, baik dalam bilateral maupun multilateral (AFTA, NAFTA, dan APEC). Jalinan hubungan tersebut sudah mulai tumbuh dan berpengaru bagi perkembangan ekonomi masing-masing Negara. Apabila hal itu dihentikan oleh Indonesia karena Indonesia tidak mau mengikuti tuntutan IMF, akan timbul kekacauan ekonomi pada beberapa Negara.
b. Bidang Politik
Pengaruh globalisasi di bidang ekonomi memaksa Indonesia membuat penyesuaian kebijakan ekonomi sehingga merambah juga ke bindang lainnya. Pengaruh globalisasi dalam politik Indonesia berpengaruh terhadap masuknya nilai-nilai demokrasi dari luar yang universal itu masih diterima dengan sikap curiga. Kecurigaan ini wajar bagi Indonesia karena memengaruhi kedaulatan. Kecurigaan yang timbul ialah kesengajaan maksud negatif untuk menekan Indonesia dan Negara-negara berkembang lainnya. Kita memikirkan kemungkinan timbulnya kasus bahwa orang asing dapat memiliki tanah dan rumah di Indonesia. Apakah dngan diberikannya izin kepada orang asing dapat berarti merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional itu, siapa yang melanggar dan siapa yang dirugikan. Keputusan yang dapat diambil oleh Indonesia tentu saja dapat memengaruhi Negara-negara lainnya.
c. Hubungan Internasional
Bagaimanakah hubungan Indonesia dengan Negara-negara lain seandainya Indonesia tidak mempedulikan masalah-masalah internasional, seperti perang Irak? Indonesia akan memperoleh kecaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
d. Bidang Teknologi dan Komunikasi
Apabila Indonesia tidak mempedulikan masalah-masalah internasional hal itu juga dapat memengaruhi perkembangan teknologi dan komunikasi di Indonesia. Bahkan, pengaruhnya dapat sampai pada perkembangan pemikiran para individu, kebudayaan, bahkan agama. Pada akhirnya kita harus menerima perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh adanya globalisasi. Tidak hanya oleh Indonesia dan Negara-negara berkembang lainnya, tetapi juga oleh seluruh dunia. Kedaulatan nasional hanya akan memberi makna apabila memberikan kaddilan kepada masyarakat.
G. Opini Internasional atas Indonesia
1. Peranan Organisasi NonPremerintahan dalam Memengaruhi Opini Internasional di Indonesia
Hubungan antarbangsa telah menjadi sistem global yang terbuka. Tidak ada satu wilayah pun yang dapat menutup diri dari arus barang, jasa, modal, tenaga kerja, dan nilai-nilai baru yang masuk. Semua itu masuk melalu jaringan ekonomi, informasi, dan transportasi yang makin dinamis. Pemerintah Negara sudah tidak mampu lagi menahan dan menutup hal-hal tersebut, misalnya masuknya berita melalui internet.
Dalam sistem global seperti itu, akan tampil “actor-aktor” baru yang pada abad sebelumnya tidak dikenal dalam hubungan internasional. Actor-aktor baru tersebut adalah organisasi nasional ataupun internasional nonnegara, seperti territorial nonnegara perusahann transnasional, intergovermental organization (IGO), dan nongovernmental organization (NGO).
Salah satu peranan yang sering dilakukan adalah kemampuan organisasi ini untuk membentuk pendapat atau opini masyarakat internasional atas sebuah kasu yang dihadapi oleh suatu Negara. Atas kegiatan yang dilakukan lembaga-lembaga internasional nonnegara inilah sebauh kasus mencuat menjadi perhatian seluruh public dan masyrak internasional. Kemampuan ini salah satunya didukung oleh kemajuan sarana komunikasi dan informasi. Selain itu, peran Negara sebagai subjek utama hubungan internasional semakin berkurang dan tidak mampu menahan arus global yang berjalan.
2. Cara Menciptakan Opini Internasional mengenai Indonesia
Cara umum yang dipakai dalam menciptakan opini terhadap Indonesia adalah dengan membangun opini public. Membangun opini public dengan melancarkan propaganda melauli media massa, baik elektronik maupun cetak atas suatu masalah/tuntutan tetenu sehingga dapat menciptakan kekuatan bersama, baik nasional maupun internasional untuk menuntut adanya perubahan kebijakan di pemerintahan. Sasran membangunopini public dapat ditunjukkan kepada perorangan ataupun organisasi (internasional dan nasional). Cara ini ternyata cukup ampuh jika yang dipengaruhi memiliki pengaruh besar sehingga dapat menekan penguasa.
Dengan demikian, cara menciptakan opini adalah dengan membangun sendii opini atas sebuah kasus yang terjadi di Indonesia. Selanjutnya, opini tersebut disebarluaskan melalui sarana media cetak atupun visual. Dengan pemberitaan yang gencar dan luas maka terciptalah opini public pada suatu kasus. Jadi sebuah opini bisa dibentuk. Oleh sebab itu, opini public yang muncul dalam pemberitaan media massa belum tentu benar. Dalam jangka wktu tertentu, media massa memang dpat memuat opini public dan memengaruhi masyarakat. Demikianlah cara umum yang dilakukan oleh lembaga nonpemerintahan dalam memengaruhi suatu kasus yang terjadi di Indonesia.
3. Akibat dari Opini Negatif Internasional atas Indonesia
Opini akan memilki cendeungan negative apabila pemberitaan dri media massa tidak selalu benar. Selain itu, ada kepentingan tertentu dari si pembuat opini tersebut terhadap sasarannya. Opini negative bagi bangasa Indonesia amat perlu dalam mengantisipasi agar tidak menimbulkan akibat buruk yang berkepanjangan, sedangkan opini positif dari masyarakat internasional perlu dipertahankan karena dengan opini positif berarti dapat meningkatkan citra baik Indonesia di luar negeri.
Opini negative sangat memojokkan bangsa Indonesia. Selaiu itu, akan menciptakan citra buruk bangsa dimata dunia internasional. Apa yang terjdi dan dilakukan oleh masyarakat tidak dipercayai lagi karena opini negative yang telah terlnjur terbentuk. Opini negative telah menutup kejadian yang sebenarnya terjadi pada bangasa Indonesia.
Contohnya adalah adanya opini internasional bahwa Indonesia merupakan salah satu sarang terorisme dunia. Munculnya opini ini bermula dari adanya serangan terorisme 11 September 2001 terhadap Gedung World Trade Center dan Pentagon, USA. Atas dasar itu, Amerika Serikat segera melancarkan aksi perang global melawan terorisme. Kelompok terorisme dan Negara-negara yang dianggap melindungi kelompok terorisme dinyatakan sebagai sarang terorisme internasional. Oleh karena itu, pemberitaan kelompok Jamaah Islamiah yang menurut Amerika Serikat sebagai jaringan terorisme ada di Indonesia sehingga Indonesia dianggap salah satu sarang terorisme internasional.

mohon copy utk kerja kursus. twrima kasih. :)
BalasHapusTerima kasih sgt membantu!!!
BalasHapusmembantu tetapi ga bisa di download ya??????
BalasHapusuntuk isunya dapet dari mana? buku apa?
BalasHapusiya nih. Untuk kedepaanya juga. kalo mau nulis itu lebih baik pake sumber biar terpercaya.. Ok mas..
BalasHapus